Jumat pagi ini, Koin untuk Banua (KUB) berkunjung ke Kelas Khusus Filial SDN
Mawar 2 di Pasar Lima Banjarmasin. Orang-orang lebih sering menyebutnya dengan
sekolah bawang, atau sekolah anak jalanan. Untuk selanjutnya, kita sebut
sekolah bawang aja ya, soalnya paling singkat dan enak nyebutnya :)
Sekilas cerita, seperti yang dituturkan Pak Zaini selaku 'kepala sekolah',
sekolah bawang ini berdiri sejak tahun 1988. Tujuannya untuk menampung
anak-anak jalanan yang sering berkeliaran di sekitar area pasar. Mereka umumnya
berasal dari keluarga ga mampu yang ga bisa sekolah di sekolah umum karena
masalah ekonomi. Sejarahnya, banyak di antara anak-anak itu yang bekerja
sebagai buruh pengangkut bawang [daerah Pasar Lima terdiri dari beberapa pasar,
salah satunya adalah Pasar Harum Manis yang banyak diisi sama pedagang bawang].
Makanya jadi dibilang sekolah bawang.
Dengan bangga, Pak Zaini yang sehari-hari mengajar di SDN Mawar 2 mengatakan bahwa ada mantan muridnya yang bisa melanjutkan ke perguruan tinggi. Ada juga yang jadi kenek atau sopir. Tapi itu pun udah melampaui harapan Pak Zaini waktu mendirikan sekolah bawang, karena niatnya waktu itu hanya agar anak-anak pasar ini gedenya ga jadi preman atau calon tukang nusuk orang.
Di tengah segala kekurangan, sekolah bawang terus bertahan sampe sekarang.
Saat ini muridnya ada 50 orang lebih. Tapi yang aktif ikut belajar setiap hari
paling cuma setengahnya. Anak-anak ini ada yang bekerja sebagai penjaga WC,
buruh, atau membantu orang tuanya mengangkut barang-barang punya pedagang di
pasar.
Sekolah bawang menempati salah satu bangunan di Pasar Lima, dekat Hotel
Harum Manis. Kalau liat bangunan yang ada tiang dengan kubah seperti langgar
berukuran kecil dan pengeras suara di atasnya, naik aja langsung ke lantai
duanya [terserah mau manjat atau naik tangga ;p]. Jalan terus melewati
gudang-gudang karung, jangan lupa seyum sama orang-orang yang lagi melipat atau
menjahit karung di situ, sampe mentok, lalu belok kiri, trus jalan lagi sampe
ke ujung.
Nah, di situlah anak-anak sekolah bawang belajar. Di ruangan yang luasnya
kira-kira tiga kali tiga meter, penuh sama meja dan kursi kayu, dan dilengkapi
sebuah papan tulis hitam. Di sebelahnya, ada sebuah ruangan lain yang
dimanfaatkan sebagai perpustakaan dan TK Alquran pada sore hari. Ruangan ini
juga dipakai sebagai kelas untuk siswa yang sudah SMP dan SMA.
Di luar kelas, ada sebuah TV yang bisa difungsikan sebagai radio. Kadang
pas anak-anak lagi belajar, ada yang menyetel lagu-lagu dangdut dengan volume
yang cukup buat bikin sakit kepala kambuh. Padahal, di situ juga ada
orang-orang yang menjahit karung dengan suara mesin meraung-raung. Mantabs deh ributnya!
Dari Senin-Sabtu, kegiatan belajar di sekolah bawang berlangsung kira-kira
dua jam mulai pukul 08.00. Setiap hari, cuma ada satu mata pelajaran yang
diajarkan. Sekarang, pelajaran yang diberikan cuma pelajaran teori seperti
matematika, bahasa Indonesia, dan teman-temannya. Pak Zaini sendiri berharap
suatu saat ada ruangan praktik tempat anak-anak bisa belajar berbagai
keterampilan. Tapi itu kan perlu dana yang besar. Seandainya KUB bisa bantu
mewujudkan...
Selain Pak Zaini, ada beberapa orang guru lainnya lagi yang membantu
mengajar dan semuanya bekerja sukarela.Setiap pagi, kegiatan belajar selalu
dimulai dengan berdoa. Masing-masing siswa akan mendapat lembaran yang berisi
zikir-zikir sebagai panduan. Kalo kebetulan Pak Zaini yang mengajar, pelajaran
akan kental dengan nuansa agama. Pada dua kali kunjungan kami ke sekolah
bawang, beliau ga pernah bosan mengingatkan anak-anak untuk selalu bersyukur,
menjadi orang baik, dan tidak meminta-minta.
Eh, panjang ternyata ceritanya, hihi... Anyway, ga banyak sih oleh-oleh yang dibawa. Cuma beberapa buku tulis dan pulpen. Sebenernya anak-anak di sekolah bawang juga perlu tambahan buku pelajaran dan buku bacaan. Tapi karena belum ngumpul, nanti deh menyusul daripada buku tulis dan pulpennya keburu lumutan.
"alakadarnya"
Sempet ngerasa gimanaaaa gitu karena ga banyak yang bisa dibantu. Tapi sambutan Pak Zaini ke kami udah kaya tamu agung. Beliau bilang, "Jangan dilihat berapa nilainya". Itu sangat membesarkan hati. Mudah-mudahan ke depan KUB bisa berbuat lebih.
"alhamdulillah ya liat senyum temen2 di sekolah bawang, sesuatu banget ;p"
Special thanks for coiners & coin droppers, terimakasih untuk selalu
mendukung KUB.
Salam krincing!!
ayo temen2 ad yg mo bantu ade2 qt ga dengan nyumbang buku2 bacaan buat mereka... bisa buku pelajaran, buku ilmiah/pengetahuan/agama, ato buku2 intinya yg bisa nambah ilmu/pengetahuan/wawasan/keterampilan mereka deh :)
BalasHapusbisa disalurkan lewat Koin untuk Banua, ato lgsg ke sekolah bawang yg diceritain dblog ini juga silahkan... :)
#buat temen2 KUB, smua Coiners & coin droppers mari qt terus berjuang tanpa lelah dan bosan utk bantu mereka... semangat!!!
salam krincing!!!!
gmn neh kalo mau gabung???
BalasHapus@laily: gampang mba..mba bisa masukan koinnya di dropzone KUB (daftarnya cek about -> dropzone)..atau kumpulin sendiri di rumah,nanti tiap bulan ikut ngitung koin bareng kita pas hari pengumpulan koin..biar koinnya makin byk,ajak temen2 kantor jg :D
BalasHapus