Salam
krinciiiiinggggg…………..
Masih
ingat sekolah bawang, kan? Kelas Khusus Filial SDN
Mawar 2 yang terletak di Pasar Lima Banjarmasin yang sebelumnya sudah pernah
menjadi bagian dari perjalanan Koin untuk Banua. Setelah dropping time ke-2,
KUB mendapat sumbangan berupa buku-buku bacaan yang diperuntukkan kepada
sekolah bawang. Tak lama setelah CCD #4, tepatnya Jum’at, 2 Desember 2011, tim
Koin untuk Banua kembali bersilaturahim ke sekolah yang sudah berdiri sejak
1988 ini (maaf baru ngasih reportasenya sekarang. ^o^v).
Selain buku bacaan, tim juga membawa oleh-oleh (tentunya
berasal dari coin a chance yang kita donasikan melalui KUB) berupa biskuit dan
susu kotak. Mungkin tidak membuat adik-adik siswa sekolah bawang kenyang, tapi harapannya
mereka mendapat tambahan nutrisi untuk menambah semangat menuntut ilmu di
sekolah sederhana namun penuh rasa kekeluargaan ini.
Kami disambut oleh ibu Hj. Isnaniah Ulfah. Beliau merupakan
salah seorang yang mengabdikan diri mengajar di sekolah bawang sejak
awal sekolah ini berdiri. Penuh semangat, beliau menceritakan pengalamannya mengajar di sekolah
bawang.
“Rasanya aku merugi jika tidak masuk sehari saja untuk
mengajar mereka. Meski sudah pensiun, mengajar di sekolah ini bagiku merupakan
panggilan jiwa,” begitu curhat beliau pada kami.
Penuh haru mantan kepala dinas pendidikan ini bercerita
tentang kondisi para siswa sekolah bawang baik yang masih maupun yang sudah
tidak bersekolah lagi. Meskipun tidak mengikuti perkembangan siswa-siswa
sekolah bawang secara langsung, dari cerita beliau kami bisa sedikit membayangkan
kerasnya kehidupan mereka.
Hari itu kami berkesempatan mendengarkan salah satu
siswa sekolah bawang membacakan ayat suci al-Qur’an. Sempat saling tunjuk sih,
tapi akhirnya ada juga yang bersedia membacakan beberapa ayat di depan kelas. Kagum, dia bisa membacakan beberapa ayat suci Al-Qur’an dengan cukup lancar. Siswa SMA aja ada yang masih kesulitan membaca Al-Qur’an sehingga mau tak mau harus ikut jam tambahan agar tidak kesulitan mengikuti pelajaran Baca Tulis
Al-Qur’an yang sekarang menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah. Kita patut
iri jika tidak bisa mengaji sebagus dia.
Cerita apa lagi ya?! Oh, iya. Ibu Isnaniah juga cerita kalau sekolah bawang baru saja kemalingan. Ada buku-buku yang dicuri tanpa alasan yang jelas (namanya juga kemalingan! -> pingin melucu tapi jayus. hahahaa...). Yah, semoga saja buku-buku yang dimalingin itu dimanfaatkan si maling sebagai penunjang belajar. *miris*
Ada kata bijak yang kukutip dari sebuah acara televisi yang kutonton mengenai sekolah-sekolah di daerah terpencil beberapa waktu lalu.
“Sekolah adalah penanda kehidupan modern. Kita
percaya dengan sekolah dapat merubah kehidupan kita di masa mendatang.”
Semoga buku-buku dan
oleh-oleh yang kita bawa untuk para
siswa di sekolah bawang memberi kontribusi bagi pendidikan mereka juga
membawa berkah
bagi kita semua. Semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk
membantu pendidikan para siswa di sekolah bangsa juga anak bangsa di
Banua kita tercinta ini. Amin.
Cerita tentang Sekolah Bawang lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar