13/12/11

Kembali ke Sekolah Bawang

Salam krinciiiiinggggg…………..
Masih ingat sekolah bawang, kan? Kelas Khusus Filial SDN Mawar 2 yang terletak di Pasar Lima Banjarmasin yang sebelumnya sudah pernah menjadi bagian dari perjalanan Koin untuk Banua. Setelah dropping time ke-2, KUB mendapat sumbangan berupa buku-buku bacaan yang diperuntukkan kepada sekolah bawang. Tak lama setelah CCD #4, tepatnya Jum’at, 2 Desember 2011, tim Koin untuk Banua kembali bersilaturahim ke sekolah yang sudah berdiri sejak 1988 ini (maaf baru ngasih reportasenya sekarang. ^o^v).
Selain buku bacaan, tim juga membawa oleh-oleh (tentunya berasal dari coin a chance yang kita donasikan melalui KUB) berupa biskuit dan susu kotak. Mungkin tidak membuat adik-adik siswa sekolah bawang kenyang, tapi harapannya mereka mendapat tambahan nutrisi untuk menambah semangat menuntut ilmu di sekolah sederhana namun penuh rasa kekeluargaan ini.


Kami disambut oleh ibu Hj. Isnaniah Ulfah. Beliau merupakan salah seorang yang mengabdikan diri mengajar di sekolah bawang sejak awal sekolah ini berdiri. Penuh semangat, beliau menceritakan pengalamannya mengajar di sekolah bawang.
“Rasanya aku merugi jika tidak masuk sehari saja untuk mengajar mereka. Meski sudah pensiun, mengajar di sekolah ini bagiku merupakan panggilan jiwa,” begitu curhat beliau pada kami.
Penuh haru mantan kepala dinas pendidikan ini bercerita tentang kondisi para siswa sekolah bawang baik yang masih maupun yang sudah tidak bersekolah lagi. Meskipun tidak mengikuti perkembangan siswa-siswa sekolah bawang secara langsung, dari cerita beliau kami bisa sedikit membayangkan kerasnya kehidupan mereka.
Hari itu kami berkesempatan mendengarkan salah satu siswa sekolah bawang membacakan ayat suci al-Qur’an. Sempat saling tunjuk sih, tapi akhirnya ada juga yang bersedia membacakan beberapa ayat di depan kelas. Kagum, dia bisa membacakan beberapa ayat suci Al-Qur’an dengan cukup lancar. Siswa SMA aja ada yang masih kesulitan membaca Al-Qur’an sehingga mau tak mau harus ikut jam tambahan agar tidak kesulitan mengikuti pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an yang sekarang menjadi salah satu mata pelajaran di sekolah. Kita patut iri jika tidak bisa mengaji sebagus dia.
Cerita apa lagi ya?! Oh, iya. Ibu Isnaniah juga cerita kalau sekolah bawang baru saja kemalingan. Ada buku-buku yang dicuri tanpa alasan yang jelas (namanya juga kemalingan! -> pingin melucu tapi jayus. hahahaa...). Yah, semoga saja buku-buku yang dimalingin itu dimanfaatkan si maling sebagai penunjang belajar. *miris*
Ada kata bijak yang kukutip dari sebuah acara televisi yang kutonton mengenai sekolah-sekolah di daerah terpencil beberapa waktu lalu.

Sekolah adalah penanda kehidupan modern. Kita percaya dengan sekolah dapat merubah kehidupan kita di masa mendatang. 

Semoga buku-buku dan oleh-oleh yang kita bawa untuk para siswa di sekolah bawang memberi kontribusi bagi pendidikan mereka juga membawa berkah bagi kita semua. Semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk membantu pendidikan para siswa di sekolah bangsa juga anak bangsa di Banua kita tercinta ini. Amin.


Cerita tentang Sekolah Bawang lainnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar