Celengan mulai penuh
lagi. Saatnya didrop dan 'ditukarkan' dengan masa depan yang lebih baik buat
anak-anak banua. So, hari Minggu pagi tanggal 29 Januari 2012 KUB menggelar coin collecting day atau hari
pengumpulan koin yang ke-6 di arena carfree day Mesjid Raya Sabilal Muhtadin
Banjarmasin. Seperti biasa, tempat ini rammmeee banget sama orang-orang yang
jogging dan naik sepeda. Lumayan deh sekalian mejeng dan cuci mata plus tebar
pesona, hahaaaaaaayyyy...
Apa sih? Fokus. Ga
deh, maksudnya cukup efektif buat mempromosikan KUB. Kita mulai sekitar jam
setengah tujuh. Pilih-pilih posisi yang strategis, akhirnya kita putuskan
lesehan di siring. Pasang banner, trus kita duduk mengelilingi meja dan memulai
ritual suci. Beberapa orang yang lewat berhenti demi ngeliat segerombolan cewek
dan cowok kece lagi ngitung koin, dikira kita lagi main judi, hihihihihiii...
Alhamdulillah, koin
yang terkumpul Rp 2.359.050.
Trusssss… kita
tiba-tiba mendapat ilham buat survei rame-rame, mumpung tim KUB pada ngumpul.
Dan tujuan kita adalah rumahnya Iman. Itu lho, adek hebat kita yang sekolah di
SMPN 3 Banjarmasin, yang sepedanya rusak dan terpaksa pulang pergi sekolah
jalan kaki. Padahal, jarak rumah dengan sekolahnya jauh banget. Tapi karena
Iman pengen belajar di sekolah yang bagus, dia tetap semangat di tengah
keterbatasannya. Salut ya?
Kondisi keluarga Iman
bener-bener bikin trenyuh. Mereka tinggal di sebuah rumah sewaan di Jl Tembus
Mantuil RT 27, itupun yang bayar sewanya bukan orangtuanya Iman, tapi ada salah
seorang saudara yang berbaik hati membantu karena melihat keadaan ekonomi keluarga
Iman yang sulit. Kakaknya Iman yang sekolah di SMA PGRI 2, namanya Rahmatullah, sampe jadi tukang sapu di sekolah untuk mendapat keringanan biaya. Anaknya juga pinter lo, waktu SMP peringkat 1-2 terus. Tadinya dia sempat mau masuk SMF, tapi terpaksa mundur karena ga sanggup bayar daftar ulang sebesar Rp 5 juta. Ah, rasanya kok ga adil banget ya ketika kita ga bisa meraih cita-cita hanya karena masalah biaya ... :'(
Sejak sebulan lalu, orangtua Iman membuka warung kelontong kecil-kecilan di depan rumah, modalnya diberi sama saudara yang baik hati tadi juga. Lumayan nambah-nambah
penghasilan ayahnya Iman yang berprofesi sebagai sopir bajai, walaupun menurut
ibunya Iman hasilnya ga seberapa karena di daerah itu banyak warung lain yang
lebih besar.
Oh ya, sekitar
seminggu lalu ibunya Iman terkena darah tinggi yang mengakibatkan stroke.
Alhamdulillah sekarang sudah sehat, cuma untuk berjalan agak sedikit diseret. Jadinya ga bisa ke pasar lagi. Ibunya Iman cerita, sejak sepeda Iman rusak, prestasi Iman di sekolah merosot.
"Capek, Ma," gitu kata Iman sama ibunya.
"Iya, nanti kalau ada uang sepedanya diperbaiki," cuma itu jawaban yang bisa diberikan orangtuanya.
Sepeda Iman yang
rusak itu adalah pemberian dari salah satu teman sekelasnya. Tadinya kita mikir
diperbaiki aja kalo emang masih bagus, tapi setelah kita liat langsung ternyata
sepedanya udah butut. Akhirnya, kita putuskan buat membelikan Iman sepeda baru. Sepeda yang lama tetap kita perbaiki, soalnya buat dipake adeknya Iman yang kelas 5 SD karena sekolahnya juga agak jauh.
dipilih dipilih dipilih ...
cobain dulu ahh ...
test drive,hihi ...
sepeda Iman yang lama dibawa ke bengkel
horeeee ... sepeda baru ...
Sampe kita pergi, Iman dan orangtuanya masih ngeliatin sepeda baru Iman yang keren. Senangnya... Semoga Iman jadi tambah semangat belajar dan bisa berprestasi lagi ya ... Terimakasih atas dukungan yang tanpa henti teman-teman coinners, semoga langkah kecil ini membawa berkah bagi kita semua :D
Salam krincing !!





Tidak ada komentar:
Posting Komentar