02/01/12

Tambah Adik Asuh

Ada cerita yang lupa kita bagi. Maap banget baru sekarang ingetnya *sambil getok-getok kepala.

Jadi, setelah menimbang-nimbang hasil survey adek asuh tahap dua kemaren, dan memerhatikan semua saran dan masukan yang kita terima, akhirnya dari empat kandidat yang ada, untuk sementara kita putuskan cuma dua yang resmi jadi adek asuh kita, yaitu Fatimah dan Dwi Novi Setyawan (Wawan). Untuk Ridaul, kita tindaklanjuti nanti kalo udah mau tahun ajaran baru sambil melihat perkembangannya, apa dia mau masuk sekolah formal atau milih kejar paket supaya bisa tetap bekerja. Intinya, kita siap bantu dia kalo dia mau sekolah lagi. Sedangkan untuk Riska, karena beberapa alasan namanya kita masukkan dalam kotak dulu. 

Untuk Fatimah dan Wawan, kita udah serahkan bantuannya secara simbolis di sekolah pada hari Sabtu tanggal 04 Desember 2011 dan ikut disaksikan oleh pihak sekolah. Pada hari itu juga, sebagian uang beasiswanya langsung kita gunakan untuk membayar SPP selama tiga bulan (Januari-Maret 2012). Untuk Fatimah kita tanggung seratus persen (Rp 50 ribu) dan Wawan 50 persen (Rp 50 ribu). Kita juga bantu melunasi tunggakan SPP untuk Fatimah satu bulan (Desember 2011) dan Wawan dua bulan (November-Desember 2011), tapi uangnya ga diambil dari beasiswa. Yah, yang kita lakukan ini memang ga seberapa nilainya. Tapi mudah-mudahan bermanfaat buat adek-adek semua :D
ki-ka: pak sukma, wawan, fatimah, riani
Pada kesempatan ini, kita sekalian juga ingin mengucapkan terimakasih yang tak terhingga untuk segenap keluarga besar SMAN 3 Banjarmasin yang udah memberikan dukungan luar biasa kepada kita meski kita sering bikin repot hehe... Dari awal kita datang, pihak sekolah menerima kita dengan positif dan terbuka. Terutama buat Pak Sukma, yang selalu menyambut kedatangan kita dengan senyum dan semangat, yang udah membantu banyak banget, selalu ngasih kita kemudahan-kemudahan, siap ditelpon kapan aja, dan ga pernah bosen liat muka kita setiap minggu (ga tau deh di dalem hatinya hehe...).

Tadinya kita pikir sekolah zaman sekarang itu komersil semua. Tapi setelah kita sering gaul di SMAN 3 Banjarmasin, kita jadi tersadar bahwa masih ada kok sekolah yang punya hati nurani. Sebagai contoh, waktu pertama masuk sekolah dulu, Fatimah dibebaskan dari semua biaya lo, termasuk uang pangkal. Sampe sekarang, dia juga sering menerima bantuan buku-buku pelajaran dari sekolah. 

Wah, salut deh ada sekolah kaya gini, yang isinya orang-orang yang punya kepedulian terhadap orang lain. Sejalan sama misinya KUB. Yuk, mari terus peduli...

Btw, baru-baru tadi kita udah ngadain CCD #5. Gimana ceritanya? Baca posting selanjutnya ya...


Salam krincing !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar