Ngeliat wujud sekolah ini asli bikin miris. Ga cuma karena bangunan fisiknya yang memprihatinkan. Tapi juga karena sekolah ini berada di kawasan pemukiman yang diisi rumah-rumah beton. Ironis.
KUB mendapat informasi tentang Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Qalam dari web Kardus Sedekah. Hari Sabtu (2/6), KUB pun meluncur ke TKP. Hari itu sekolah lagi merayakan Isra Mikraj. Dari hasil ngobrol-ngobrol sama pemilik yayasan sekaligus kepala sekolah, Ibu Nurjannah, sekolah ini punya 84 orang siswa. Tahun 2012 ini, untuk pertama kalinya sekolah akan meluluskan alumni.
tampak depan
Sekolah yang berlokasi di Jl Tembus
Perumnas Komplek Berkah RT 42 Kelurahan Alalak Utara Kecamatan Banjarmasin
Utara itu ukurannya cuma 18x8 meter. Ga ada halaman, jadi ga pernah upacara. Atap sengnya dihiasi lubang-lubang kecil.
Bangunan sekolah yang sempit disekat-sekat dengan
triplek tipis menjadi kelas-kelas. Di salah satu ruang kelas, tripleknya jebol sehingga siswa yang kelasnya bersebelahan bisa saling mengintip.
“Kalau belajar suaranya pasti terdengar
ke kelas lain. Misalnya lagi belajar Bahasa Arab di salah satu kelas, gurunya
mengajukan pertanyaan, yang di kelas lain kadang suka ikut menjawab,” cerita Ibu Nurjannah.
dinding yang jebol
berbagi
seadanya
MI Al Qalam didirikan tahun 2005 di bawah Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Qalam. Alasannya, di sekitar sekolah banyak anak kurang mampu.Menurut Ibu Nurjannah, di sini siswa hanya bayar di awal masuk saja sebesar Rp 200 ribu. Setengahnya untuk menebus baju olahraga dan atribut sekolah, sisanya untuk membantu pembangunan sekolah.
Sejak awal berdiri, sekolah sempat beberapa kali pindah lokasi. Pertama yayasan dipinjami sebuah rumah di Komplek Herlina, sekitar 200 meter dari lokasi sekarang. Setelah satu tahun, sekolah pindah ke Komplek Berkah, tapi agak di dalam. Satu tahun kemudian, sekolah pindah lagi ke Komplek Herlina setelah ada masyarakat yang menghibahkan tanah. Tapi hanya bertahan setahun, sekolah lagi-lagi harus dipindah karena akses jalan ke sekolah tertutup pemukiman baru.
Selain dari lingkungan sekitar, siswa yang belajar di MI Al Qalam juga ada yang berasal dari Sungai Andai, bahkan sampai ke Handil Bakti. Rata-rata orangtua mereka bekerja sebagai buruh. Ga sedikit juga anak panti asuhan yang kebetulan berlokasi dekat sekolah.
ruang guru
Saat ini, yayasan sedang merencanakan untuk mendirikan bangunan baru yang lebih representatif. Sejumlah bantuan material bangunan sudah mengalir. Tiga kapling tanah di belakang sekolah juga sudah dibeli dari dana pribadi dan donasi orangtua murid serta para dermawan. Tapi masih dibutuhkan empat kapling lagi. Ibu Nurjannah bilang, beberapa kali proposal bantuan diajukan ke pemerintah, tapi belum pernah ada tanggapan. Impiannya bisa membangun sekolah hingga tingkat SMA.
Alhamdulillah sekarang sekolah ini lebih baik lagi dari pada keadaan sebelumnya
BalasHapus